Sejak muda, selain baca buku saya gemar nonton film. Tapi setelah bekerja apalagi berkeluarga, waktu saya untuk nonton film sangat minim. Karenanya saya cari-cari akal disela waktu yang sempit untuk tetap memuaskan keinginan nonton.

Menonton film bajakan di rumah hanya dengan modal Rp 6.000 sudah dapat satu film. Tidak perlu repot ke bioskop, tak perlu membayar parkir, pakai dasterpun ok untuk nonton film di rumah. Masih banyak alasan kenikmatan lain yang membuat ‘roda setan’ pembajakan sulit dihapuskan.

Mengapa saya menyebutnya roda setan? Karena pembajakan adalah pencurian. Karena banyaknya kenikmatan kita sering mengabaikan pembajakan adalah tindakan haram. Kerja keras semua tim pembuat film terabaikan begitu saja begitu Anda menonton film bajakan karya mereka.

Proses pembuatan sebuah film bukanlah proses yang mudah dan butuh waktu lama. Dari ide cerita, menjadi skenario, dibentuklah tim produksi, lalu pemilihan pemain, proses reading untuk pendalaman karakter, perencanaan setting dan lokasi syuting, syuting, editing, promosi, baru kemudian sampai di lyar bioskop untuk dinikmati penonton.

Tentu butuh banyak orang yang bertalenta untuk membuat satu film. Butuh kerjasama hebat juga agar bisa membuat film bagus. Kerjakeras mereka terbayar dengan penjualan tiket. Disetiap penjualan tiket itulah pembuat film mendapat untung. Untung itu juga baru bisa didapat jika jumlah penontonnya cukup banyak untuk menutup biaya produksi.

Jika kurang, tentu saja rugi. Pembajakan yang dilakukan akan mengurangi potensi pendapatan sineas. Siapa yang dapat untung? Mereka adalah ‘tikus-tikus’ pembajak. Bermodal satu tiket bioskop, alat rekam, dan alat penggandaan CD mereka membuat DVD bajakan. Menjualnya dengan harga murah karena mereka sama sekali tidak terlibat proses produksi.

Karena itulah mereka sama saja dengan pencuri. Dan Anda yang menikmati film bajakan, adalah penadah barang curian. Nikmat yang mungkin tidak Anda sadari ketika menonton film bajakan, adalah menikmati dosa. Dosa mencuri.

Saya termasuk orang yang menikmati musik dari pita kaset hingga CD. Pernah mencoba membeli kaset bajakan, tapi telinga saya sudah biasa mendengar yang original. Jadi terasa tak nyaman, karena kualitasnya tentu berbeda.

whatsapp-image-2017-02-21-at-7-52-10-pm

Saya agak terkejut ketika jalan-jalan ke pusat perbelanjaan tahun lalu. Saya menemukan DVD original beberapa film. Harganya cuma Rp 15.000. Saya beli beberapa DVD film yang saya lewatkan pemutarannya di bioskop.

Demi memerangi pembajakan sineas sudah berusaha sedemikian rupa sehingga bisa mengimbangi keinginan masyarakat. membuat copy film dengan harga murah. Kualitasnya? tentu jauh diatas DV bajakan. Lebih bening dan tidak goyang-goyang.

Eh lama kelamaan anak beranjak besar, kalau ke mall saya nggak sempat mampir ke toko CD. Ditarik-tarik anak terus. Untunglah, sekarang ada HOOQ. Streaming ini memang ini bukan yang pertama tapi karena saya suka film Indonesia, begitu mencoba saya langsung jatuh cinta.

Beberapa film yang terlewatkan di bioskop saya bisa tonton. Serunya, bisa nonton kapan saja dan dimana saja. Paling sering saya nonton di kereta saat perjalanan pulang pergi. Download dulu deh saat kerja. Pas di perjalanan nonton tanpa hambatan, tahu-tahu sudah sampai Depok Baru. Asyik….

Jangan salah lho ya, ini bukan situs bajakan. Karenanya kualitasnya keren. Serupa nonton di bioskop deh. Yang tambah bikin asyik, langganannya bersahabat sama kantong emak-emak. Nggak sampai Rp 50.000 bisa nikmati ribuan film.

Jangan bandingkan dengan nonton di bioskop, harganya jauh lebih murah. Kalau dibandingkan dengan yang bajakan, memang terasa lebih mahal saat beli paket. Tapi lihat koleksi filmnya juga kualitasnya, jauhlah….

Jadi masih ingin terus menikmati hasil pencurian dengan membeli DVD bajakan? Atau menontonnya di internet yang hasinya kuliatas tak terjamin? Mari berhenti mencuri dan belajar lebih menghargai karya orang lain. Malu ah sama anak kalu mencuri terus…

Iklan