<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ujii's Weblog</title>
	<atom:link href="http://duniapembelajar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniapembelajar.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Nov 2011 20:19:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniapembelajar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ce36a351a186ab39b76511b92fbd13df?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ujii's Weblog</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniapembelajar.wordpress.com/osd.xml" title="Ujii&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniapembelajar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ya Robbi, Demi Rinduku pada Muhammad-Mu Nikahkanlah Aku</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2010/07/11/ya-robbi-demi-rinduku-pada-muhammad-mu-nikahkanlah-aku/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2010/07/11/ya-robbi-demi-rinduku-pada-muhammad-mu-nikahkanlah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 11:17:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Calon Suamiku, Yan Fathoni alias Pelukis Malam Kutulis surat terbuka agar Engkau tahu jawaban atas per tanyaanmu. Apakah aku mencintaimu? Apakah aku merindukanmu? Atau apakah aku malu punya calon suami sepertimu? Dari kecil, dunia laki-laki sangat dekat denganku. Kakakku tertua dan perempuan satu-satunya berselisih usia 10 tahun denganku. Dia tidak cukup banyak waktu untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=105&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Calon Suamiku, Yan Fathoni alias Pelukis Malam</p>
<p>Kutulis surat terbuka agar Engkau tahu jawaban atas per tanyaanmu. Apakah aku mencintaimu? Apakah aku merindukanmu? Atau apakah aku malu punya calon suami sepertimu?</p>
<p>Dari kecil, dunia laki-laki sangat dekat denganku. Kakakku tertua dan perempuan satu-satunya berselisih usia 10 tahun denganku. Dia tidak cukup banyak waktu untuk mengajari aku tentang menjadi perempuan. Jadi aku tumbuh bersama tiga kakak laki-lakiku. Kakakku Budi Cahyono paling banyak menghabiskan waktu denganku. Aku biasa bergaul dengan cara laki-laki. Karena kakakku selalu mengajakku menggembalakan kambing, mencari kayu bakar, mencari ikan di sungai, menggelas benang lalu bermain layang-layang, dia selalu mengajakku. Tegar dan berani, itu kata Bapak tentangku. Jadi kemanapun aku pergi, aku tidak takut. Aku yakin aku bisa bertahan karena tidak ada yang perlu kutakutkan.</p>
<p>Sebagai wanita yang terbiasa sendiri, aku merasa percaya diri berjalan sendiri. Bahkan makan di tempat makan sendirian, yang menurut sebagian besar wanita tidak nyaman, aku menikmatinya. Bertahun-tahun aku menjalani kesendirian. Karena sebelum dekat denganmu kedekatanku dengan lelaki lain tepisah jarak. Aku senang dengan kesendirianku. Ingin makan apapun aku bisa. Ingin nonton film berapa kalipun dalam seminggu aku mampu. Ingin beli buku yang masih dalam daftar terbit bulan depan, sudah kupesan sebelumnya. Jadi apa aku masih butuh pendamping?</p>
<p>Sampai dengan kepindahanku ke Jakarta tahun 2008, aku tidak merasa aneh dengan kenikmatan hidup sendiri. Memasuki tahun 2009, Bapak dan Ibu yang mulai kuatir karena aku sendirian di perantauan. Mereka memintaku segera menikah. Bahkan jika harus mendahului kakakku @budi cahyono itupun tak apa. Aku awalnya risih dengan permintaan mereka. “Jangan marah padaku, karena aku tidak pernah bilang aku tidak ingin menikah. Aku hanya belum bertemu dengan jodohku,” itu jawabanku setiap kali pembicaraan jodoh kembali bergulir.</p>
<p>Ramadhan 1430 H, aku merasakan kenikmatan hidup sendiri ini harus diakhiri. Aku tahu, jodohku sudah disiapkan. Hanya saja aku belum berniat memanggilnya. Aku mulai takut, jika kubiarkan menikmati hidup sendiri, aku akan lalai memenuhi sunnah Rosul. Aku lebih takut tidak menaati kewajibanku sebagai Hamba Allah. Lalu perlahan aku mulai berdoa untuk memohon jodohku. “Ya Allah jika jodohku belum pernah Engkau pertemukan denganku maka pertemukanlah. Jika memang sudah bertemu maka dekatkanlah. Jika memang sudah dekat, maka mudahkanlah. Ajari aku bersyukur atas segala rezekiMU,” kulantunkan setiap hari selesai sholat doa itu.</p>
<p>Getar yang kurasa, adalah ketaklukkan seorang hamba atas tuntunanNYA. “Ya Robb,Dari segi usia dan kematangan baik lahir dan batin, sudah jatuh hukum wajib untukku menikah segera. Demi rinduku pada Muhammad-MU nikahkanlah aku,” doaku di lain waktu. Aku ingat membeli buku pengantin Al-quran pada tahun yang sama. Menikah, itu fitrah. Manusia diwajibkan menikah karena ada tuntunan menyebarkan syariat dengan lebih luas dan lebih baik. Meneruskan keturunan. Aku menangis sedu sedan, merasakan kesendirian.</p>
<p>Pernah seusai ramadhan aku mengaji di Masjid Sunda Kelapa, Ustad Bobby kala itu yang mengajar. Baru saja terjadi gempa Padang. Di pengajian itu, Ustad Bobby menantang niatan amal kami. “Jika memang mau meminta sama Allah, berikan dulu apa yang kalian punya untuk jalan Allah. Sekarang bukalah dompet, ambil nominal uang tertinggi taruh di tangan kanan dan tangan kiri untuk nominal uang terendah. Buktikan cinta kalian, berapa yang kalian berikan untuk saudara kalian di Padang sana?” kata ustad. Aku datang ke pengajian itu bersama @Azizie Nur faridha dan @Ulin Ni’mah.<br />
Kumasukkan dua uang di tangan kanan dan kiriku. Sebelumnya kugenggam erat. “Ya Robb aku ingin jodohku, kutebus keinginanku dengan amal ini,” ujarku dalam hati. Sekian detik, aku dan @Azizie saling bertanya, doa apa? Keinginan kami sama, jodoh. Seminggu kemudian, @Azizie dilamar @Pangeran Kodok, mereka sudah menikah sekarang. Dan Ulin yang berdoa untuk tahun baru perkerjaan baru terkabul juga. Tiga minggu setelah doa itu, 20 November 2009, Allah mempertemukan kita.</p>
<p>Di pertemuan kedua, kau mengajakku pulang ke Jombang. Entah dapat bisikan darimana, aku yakin kamulah orangnya. Jawaban atas doa-doaku. Dari semua kesenangan dan pertengkaran kita, keluarga kita merencakan pernikahan kita. Kita dipertemukan, didekatkan, dimudahkan dalam waktu sangat singkat. Itu ajaib!!!</p>
<p>Jika aku sudah menunggumu sekian lama, bagaimana bisa aku tidak mencintaimu?</p>
<p>Jika alasan menantimu adalah membuktikan ketaatanku pada Sang Khalik, dan membalas cinta Rosul padaku, bagaimana aku tidak merindukanmu?</p>
<p>Aku tidak biasa mengutarakan cinta di depan umum, di dinding FB, atau di depan teman-temanku itu semua karena aku dibentuk oleh kemandirianku. Dengan cara lain aku akan membuktikan cintaku padamu. Sekarang kubuktikan janjiku. Setelah kau tepati janjimu untuk belajar tafsir lagi. Aku sangat bangga, memiliki imam sepertimu. Saat aku meminta hadiah sholat sunnah dua rokaat seusai ijab dan kau bacakan surat Ar Rahman di malam pertama kita kelak, kau berjanji memberikanku penjelasan tafsir Ar Rohman tak sekedar membacakannya.</p>
<p>Sekarang, aku semakin tidak sabar menunggu hari itu tiba. Saat rinduku pada Muhammad terbalas. Saat malaikat menjadi saksi ketaatan kita akan perintahNYA. Saat pintu Arsh dibuka lebar untuk segala doa. 25 Juli 2010……………………………………<br />
Maka nikmat Tuhan-mu manakah yang engkau dustakan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=105&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2010/07/11/ya-robbi-demi-rinduku-pada-muhammad-mu-nikahkanlah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambillah Dukaku</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/12/28/ambillah-dukaku/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/12/28/ambillah-dukaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 11:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/12/28/ambillah-dukaku/</guid>
		<description><![CDATA[Lelakiku Dalam bahagia, tanpa kau minta aku akan membagikannya Dalam tangis, yang kuminta kau memahaminya Saat itu mataku berbicara pada hatimu Ambillah dukaku Jakarta, 271209<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=103&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lelakiku<br />
Dalam bahagia, tanpa kau minta aku akan membagikannya<br />
Dalam tangis, yang kuminta kau memahaminya<br />
Saat itu mataku berbicara pada hatimu<br />
Ambillah dukaku</p>
<p>Jakarta, 271209</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=103&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/12/28/ambillah-dukaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komponis Kehidupan</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/11/28/komponis-kehidupan/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/11/28/komponis-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 14:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Laki-laki dekil, kurus, berkaus hitam dipadu celana jeans yang mulai pudar warnanya, sibuk diantara pemain biola, dan gitar. Penutup kepala Eiger yang juga mulai pudar warnanya membuat dia semakin tenggelam. Hanya penunjuk yang dia bawa sesekali dinaikkan ke atas bisa jadi penanda keberadaannya, Sang Komponis. Memainkan lagu Bendera dari Coklat Band, grup musik yang berlatih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=100&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laki-laki dekil, kurus, berkaus hitam dipadu celana jeans yang mulai pudar warnanya, sibuk diantara pemain biola, dan gitar. Penutup kepala Eiger yang juga mulai pudar warnanya membuat dia semakin tenggelam. Hanya penunjuk yang dia bawa sesekali dinaikkan ke atas bisa jadi penanda keberadaannya, Sang Komponis.<br />
Memainkan lagu Bendera dari Coklat Band, grup musik yang berlatih di Taman Suropati setiap minggu sore itu belum menemukan gubahan yang tepat. Berkali-kali mereka berhenti di tengah latihan. Dan Sang Komponis memberikan arahan. Menggubah nada-nada dan memadukan suara. Takjub aku dibuatnya.<br />
Iri juga sebenarnya, karena sebelum biola digesek, dia bisa membayangkan begaimana jadinya suara yang akan dihasilkannya. Dari kecil kemampuan bermusikku payah, hingga kini hanya bisa menjadi penikmat dan kritikus. bukan tidak pernah mencoba berlatih, dari suling, pianika, gitar, dan biola sudah poernah aku coba. Diajari oleh guru, kakak, dan temanku.<br />
Bukan hanya mereka daya yang putus ada mengajari, aku juga putus ada hingga aku berhenti. Secara teori aku bisa melaluinya dengan baik. Tapi ketika mempraktikkannya jariku tidak bisa menari dengan baik. Mengikuti tempo musik saja aku kualahan. Oh ya aku juga pernah ikut latihan gamelan. Itupun aku sering dimarahi karena aku tidak bisa mengikuti suara gendang. Membuat latihan buyar.<br />
Aku percaya bahwa setiap anak terlahir dengan bakatnya masing-masing. Dan bakat itu harus harus ditemukan dan diasah menjadi sesuatu. Dari kelas 3 SD aku tahu aku memiliki kertertarikan pada tulisan. Puisi Surat dari Ibu adalah puisi yang pertama kali kukenal, kuhafal, dan kudeklamasikan. Terasa lembut hingga aku berfikir Asrul Sani, sang penciptanya, adalah perempuan. Aku tahu aku bisa menulis dari sanalah kiranya. Seusai membaca karya-karya pujangga, melihat kejadian menarik, jariku menari menuliskan kata-kata seperti nada yang tak bisa dibendung alirannya. Mirip kelakukan sang Komponis saat menggubah komposisi sebuah lagu.<br />
Dari ketukan suara keyboard aku tahu bagaimana suasana hati penulisnya. Seperti lagu buatku. Buatku menyusun tulisan seperti menyusun nada-nada yang dilakukan Sang Komponis. Musik ada di seluruh alam, yang harus dilakukan hanyalah mendengarkannya. Saat kita menemukan nada kehidupan, maka kita akan siap menjadi komponis. Komponis Kehidupan.</p>
<p>Taman Suropati, 2 Agustus 2009.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=100&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/11/28/komponis-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih JK</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/07/08/memilih-jk/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/07/08/memilih-jk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 10:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Tak pernah sebelumnya saya merasa antusias ke TPS. Sampai tadi pagi saya membubuhkan contreng pada pasangan nomer tiga. Saya tahu dan sadar pilihan saya tidak akan menang. Analisis manapun akan menempatkan SBY pada posisi pertama. Tapi saya tidak mau menyesal hingga lima tahun ke depan ketika saya harus mendukung SBY sebagai presiden. Tanpa melakukan usaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=96&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak pernah sebelumnya saya merasa antusias ke TPS. Sampai tadi pagi saya membubuhkan contreng pada pasangan nomer tiga. Saya tahu dan sadar pilihan saya tidak akan menang. Analisis manapun akan menempatkan SBY pada posisi pertama. Tapi saya tidak mau menyesal hingga lima tahun ke depan ketika saya harus mendukung SBY sebagai presiden. Tanpa melakukan usaha untuk merubah hal itu.</p>
<p>Saya teringat iklan JK, versi dukungan Sujiwo Tedjo. Saya pernah berjumpa dan berbincang dengan seniman yang rela memotong rambutnya demi mendukung film CaPres yang diperankannya. Saya penggemar lagunya. Saya kenal idealismenya. Musiknya mengukuhkan diri sebagai seorang yang tak mudah terseret arus. Maka ketika dia memberi dukungan pada JK saya sepenuhnya yakin dia sudah menganalisis dan memiliki alasan untuk melakukannya. Sahabat saya, Muhajir, tiba-tiba juga menjadi antusias untuk mendukung JK. Dalam beberapa kesempatan kami berbincang tentang mengapa memilih JK.</p>
<p>Muhajir gendeng, begitu saya memanggilnya. Gendeng ini jangan diartikan sebagai sesuatu negatif. Dari awal saya melihatnya melakukan pentas monolog Mutung di ospek, saya tahu dia orang &#8220;berbeda&#8221;. Saya bersahabat dengannya, membaca buku bersama, berdiskusi, makan bersama, hingga demo bersama. Berbeda, karena kami sama-sama percaya ruang kuih bukan segalanya. Alam raya menyediakan ilmu tiada habisnya, itu yang membuatnya berbeda. Hajir juga bukan orang yang gampang mengambil keputusan. Dia memiliki pertimbangan. Saya tidak bertanya langsung mengapa dia mendukung JK, tapi saya tahu dia punya alasan. Demikian juga saya.</p>
<p>Awalnya saya hanya takut melihat SBY memutuskan menggandeng Boediono, tokoh netral non parpol. Oh betapa, Demokrat berusaha mengantikan Golkar pada era orde baru. Menjadi satu-satunya partai yang menguasai puncak kepemimpinan. Sikap SBY yang selalu mencari garis aman tidak pernah menarik simpati saya. Zona aman seringkali melenakan, saya takut jika pada saatnya saya dipimpin oleh presiden yang tak mampu bergerak cepat.</p>
<p>Saya ini korban sakit hati berulang kali atas beberapa sikap PNS. Pegawai yang digaji dari pajak yang saya bayar adalah cermin pemerintahan kita. Zona nyaman membuat mereka seenaknya bekerja. Saya berharap ada perubahan sikap kepemimpinan sehingga bisa mendorong elemen masyarakat bergairah untuk mengerjakan tugas sebaik-baiknya. Jadi jelas tidak mungkin saya memilih SBY jika itu harapan saya.</p>
<p>Juga tidak mungkin bagi saya untuk memilih Megawati. Bukan karena gender, saya tidak masalah dipimpin presiden wanita. Tapi, saya kehilanagn hutan di Blora saat pemerintahan Mega. Polisi tak ada aksi hanya melihat pohon-pohon jati diusung oleh orang-orang beringasan. Saya ingat saya menangis saat melintasi hutan yang biasanya saya lewati ketika hendak ke sekolah tiba-tiba telanjang dan panas. Kondisi chaos dimana-mana ketika Mega menggantikan Gus Dur mwnjadi presiden.</p>
<p>Saya belum pernah membaca jurnal tulisan Megawati. Bagi saya pemimpin harus bisa menulis sendiri. Bukan dituliskan orang lain. Dan Mega tidak memenuhi syarat untuk saya pilih. Bagi pendukung Mega, maaf jika saya terlewat bila Mega pernah menulis untuk umum.</p>
<p>Baik, saya tidak mengenal JK juga awalnya. Awalnya saya berfikir kalau JK jadi presiden maka dijuallah semua. Seluruh progam akan dihitung ada keutungan materi. Jadi awalnya saya masih berfikir untuk golput.</p>
<p>Owi, sahabat saya, adalah orang yang pertama kali tegas menyatakan dukungannya terhadap JK. Saya tanya alasannya. Mulailah saya tertarik, bukan pada JK, tapi tertarik mencari tahu siapa JK.</p>
<p>JK, pemimpin kedua itu, ternyata menyimpan prestasinya. Kalau JK sombong pasti sudah dari dululah JK memamerkan ketegasannya dalam memimpin, menyelesaikan masalah, dan mendorong kemandirian warga. Saya sadar JK dibesarkan oleh Golkar partai yang menjadi momok atas luka orde baru. Tapi, JK juga sering bersebrangan dengan &#8220;orang lama&#8221; di Golkar, perubahan selalu harus disertai dengan rasa ketidaknyamanan. Jika JK sendiri  berani menantang dan  mengambil resiko mengapa saya tidak? Satu-satunya yang abadi di dunia ini adalah perubahan. Kita harus berani keluar dari zona nyaman, untuk berubah, menjadi lebih baik.</p>
<p>Baik, saya akui, saya juga tidak yakin bahwa JK akan menjaga teguh janjinya jika terpilih. Tapi JK memberi harga diri bagi saya sebagai bangsa. Jika Pram mengatakan, orang yang tidak bekerja itu sama saja sudah mati, maka saya mendapatkan semangat yang sama ketika akhirnya memutuskan untuk memberikan  suara pada JK.  Kita butuh pemimpin yang berani mengajak mandiri, dengan bangga atas kemampuan sendiri.</p>
<p>Saya sudah kecewa sejak malam sebelum saya berangkat ke TPS. Saya tahu JK tak akan menang. Karena rakyat Indonesia masih cendurung memilih kewibawaan pemimpin. Tubuh gagah, santun, sopan, kalem, dan nggak neko-neko adalah pilihan yang mendominasi pilihan masyarakat.</p>
<p>Tapi saya tetap optimis melangkah. Setelah mandi, bahkan keramas, dan berbenah saya berangkat ke TPS. Saya teleon ibu saya, meminta suaranya diberikan pada JK. Tentu saya harus berbincang lama untuk menjawab pertanyaan ibu saya, mengapa? SMS dari Kia, sahabat saya, melakukan hal sama. Meminta saya memilih JK. Ya, dan saya memilihnya.</p>
<p>Saya tidak merasa kalah, saya menang karena hari ini saya berangkat ke pesta rakyat dengan harapan akan ada perubahan. Jika saya memilih pasangan yang kalah bukan berarti saya kecewa.</p>
<p>Ibu saya di seberang telepon bertanya, mengapa pilih orang yang kalah? Saya menjawab &#8220;JK adalah pilihan terbaik saat ini. Tapi kita harus mendukung SBY sebagai pemenang, jika memang menang. Pilihan lain itu juga bentuk dukungan pada SBY, supaya tidak menang mutlak kemudian sombong. Jangan sampai tumbuh bibit gigantisme penguasa baru,&#8221; kata saya. Jawaban ya, dari ibu saya, adalah kemenangan saya pula. Ibu saya orang yang cerdas karena itulah sebelum dan setelah memilih JK, beliau meminta alasan kepada saya.</p>
<p>Saya tetap mengangkat topi untuk usaha bersama memenangkan JK. Pada JK, saya tetap mengaguminya. Tak ada yang sempurna, begitupun SBY dan masyarakat kita. Jika suara mayoritas condong kepada SBY maka saya akan tetap mendukungnya.</p>
<p>Terimakasih Bangsa, Terimakasih Bangsa, Terimakasih JK!</p>
<p>Untuk menghibur Ulin, teman berangkat ke TPS, yang sebentar lagi dilamar. Tak perlu menyesal mimilih JK, kita adalah pemenang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=96&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/07/08/memilih-jk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suami Romantis</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/04/06/suami-romantis/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/04/06/suami-romantis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 11:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/04/06/suami-romantis/</guid>
		<description><![CDATA[Ast : Aku nggak tahu bagaimana bisa menunjukkan kemesraan pada istriku, aku orangnya sederhana. Aku : Cintai saja dengan cara sederhana, itu cukup romantis. Ast : Tapi apa dia tahu kalau aku romantis jika hanya diam saja? Aku : Percayalah istrimu cukup cerdas untuk melihat keromantisanmu. Ast : Dia nggak cerdas kok. Aku : Kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=94&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ast : Aku nggak tahu bagaimana bisa menunjukkan kemesraan pada istriku, aku orangnya sederhana.<br />
Aku : Cintai saja dengan cara sederhana, itu cukup romantis.<br />
Ast : Tapi apa dia tahu kalau aku romantis jika hanya diam saja?<br />
Aku : Percayalah istrimu cukup cerdas untuk melihat keromantisanmu.<br />
Ast : Dia nggak cerdas kok.<br />
Aku : Kalau dia nggak cerdas, kau nggak bakal menjadikan dia jadi istrimu to?<br />
Ast : Mungkin dia hanya pura-pura bodoh untuk mengukuhkan aku sebagai lelaki. Secerdas apapun wanita, lelaki selalu ingin dia di bawahnya. Karena lelaki butuh ego untuk dikatakan sebagai seorang yang pintar.<br />
Aku : ???????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!****88kdhte ouctheumtcneutgnemt</p>
<p>Jakarta, 5 April 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=94&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/04/06/suami-romantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisikan Ibu</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/15/bisikan-ibu/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/15/bisikan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 05:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/15/bisikan-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku mendengar panggilanmu Pulanglah nak Tak cukupkah segala warna yang kau kumpulkan di luar sana? Aku ingin mendengar ceritamu Tentang angin yang mengantarmu menggembara, meninggalkanku sekian lama Dinding-dinding rumah tetangga berbincang Samar terdengar Gelisah mengantar pada setiap peraduan Aku mendengar gelisahmu Menutup rapat setiap celah dinding yang bersuara dengan nyanyian warna yang kuceritakan padamu Bening [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=85&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Aku mendengar panggilanmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pulanglah nak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tak cukupkah segala warna yang kau kumpulkan di luar sana?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Aku ingin mendengar ceritamu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tentang angin yang mengantarmu menggembara, meninggalkanku sekian lama</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dinding-dinding rumah tetangga berbincang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Samar terdengar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Gelisah mengantar pada setiap peraduan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Aku mendengar gelisahmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Menutup rapat setiap celah dinding yang bersuara dengan nyanyian warna yang kuceritakan padamu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bening kelopak dua mata berbincang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kesekian kali</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pulanglah nak,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Aku mendengar senandung rindu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dikisahkan pada peluk cium</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Terakhir kali, ciuman di pipiku lama sekali</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Hiasan kau selipkan di seluruh tubuhku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Mengikatku menjadi anak perempuanmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pintu tak terkunci</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Aku pergi lagi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dalam bisikan, aku mendengarmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">&#8220;Bagaimana bisa aku menahanmu, sedang kau adalah mimpiku,&#8221;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=85&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/15/bisikan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimana Duka</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/14/dimana-duka/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/14/dimana-duka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 05:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Berlarih]]></category>
		<category><![CDATA[sampai luka itu kering dan kau tak merasakannya lagi....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/14/dimana-duka/</guid>
		<description><![CDATA[Dimana kuletakkan duka Entah dimana, aku mencarinya. Enam jam lalu aku berduka. Merasa hampa, impianku berubah jadi uap. Kupandang sekejab lalu pergi. Tak kasat mata lagi. Keringat dingin menyergapku saat uap itu berpamitan padaku. Kulemparkan duka pada siapapun yang mau dan mampu menampungnya. Derap nafasku berpacu menemukan luka lain dalam waktu yang tak lama. Entahlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=84&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimana kuletakkan duka</p>
<p>Entah dimana, aku mencarinya. Enam jam lalu aku berduka.</p>
<p>Merasa hampa, impianku berubah jadi uap.</p>
<p>Kupandang sekejab lalu pergi. Tak kasat mata lagi. Keringat dingin menyergapku saat uap itu berpamitan padaku.</p>
<p>Kulemparkan duka pada siapapun yang mau dan mampu menampungnya.<br />
Derap nafasku berpacu menemukan luka lain dalam waktu yang tak lama.</p>
<p>Entahlah ini harus kusebut duka atau kebahagiaan.</p>
<p>Jika Tuhan memberi jawaban tak seperti yang kau inginkan, apakah ini layak disebut luka? Hanya pengalihan sementara atas jawaban yang kuharapkan.</p>
<p>Dan ketika kebohongan, satu-satunya dosa di dunia menurut Baba, ayah Amir Jan dalam The Kite Runner, terkuak aku berharap itu tidak benar.</p>
<p>Karena saat dia berkata jujur, ada harapan yang dibawanya pergi dariku. Entah keberapa kali dalam hidupku hal itu terjadi.</p>
<p>Deru laku kehidupan mengambil rasa duka itu. Dua orang menghiburku dalam paruh waktu 60 menit setelah kejujurannya.</p>
<p>Kejujuran yang aku tahu, berat baginya mengatakannya, merenggut kembali satu mimpiku.</p>
<p>Dimana duka? Sedang roda kehidupan, tak mengijinkanku mengecapnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=84&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/14/dimana-duka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku KAMU</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/03/aku-kamu/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/03/aku-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 15:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/03/aku-kamu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku bersandar padaMU karena kau tahu kelemahanku Aku angkuh padaMu karena aku tahu KAU tak membutuhkanku Aku menjauh dariMU berjalan ke arah berlawanan denganMU KAU berpaling dariku, meninggalkanku sendiri diam Aku berdiri bukan karena aku takut Aku membungkuk mengucap namaMU bukan karena hormat Aku bersimpuh bukan karena KAU Aku memilihmu, aku membutuhkanmu, aku haus kasihmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=82&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku bersandar padaMU karena kau tahu kelemahanku<br />
Aku angkuh padaMu karena aku tahu KAU tak membutuhkanku<br />
Aku menjauh dariMU<br />
berjalan ke arah berlawanan denganMU<br />
KAU berpaling dariku, meninggalkanku sendiri<br />
diam<br />
Aku berdiri bukan karena aku takut<br />
Aku membungkuk mengucap namaMU bukan karena hormat<br />
Aku bersimpuh bukan karena KAU<br />
Aku memilihmu, aku membutuhkanmu, aku haus kasihmu<br />
sudah  cukup jauhkan pengembaraanku?<br />
Mencari jalan pulang padaMU<br />
Ya kekasih, sampai batas mana cintaku akan KAU uji?<br />
Kaulah pemegang janji</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=82&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/03/aku-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin itu Bakat atau Proses?</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/03/pemimpin-itu-bakat-atau-proses/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/03/pemimpin-itu-bakat-atau-proses/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 15:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Aku masih tak percaya bahwa pemimpin dilahirkan. Tapi Ulin, teman kosku, kekeuh mempercayainya. “Bakat menjadi pemimpin adalah karunia yang sdh digariskan Sang Pencipta,” katanya. Dengan sentuhan lingkungan, bakat tersebut akan terasah dan semakin tajam. Aku adalah pumuja proses, percaya bahwa segala sesuatu bisa dipelajari. Dan barang siapa setia pada proses hidupnya tidak akan sia-sia, itulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=79&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Aku masih tak percaya bahwa pemimpin dilahirkan. Tapi Ulin, teman kosku, kekeuh mempercayainya. “Bakat menjadi pemimpin adalah karunia yang sdh digariskan Sang Pencipta,” katanya. Dengan sentuhan lingkungan, bakat tersebut akan terasah dan semakin tajam.</p>
<p class="MsoNormal">Aku adalah pumuja proses, percaya bahwa segala sesuatu bisa dipelajari. Dan barang siapa setia pada proses hidupnya tidak akan sia-sia, itulah kepercayaanku. Seorang pemimpin, bagiku juga sama. Buah dari proses.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi belakangan ini aku meragukan kepercayaanku itu. Entahlah….. Jika memang proses, mestinya setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin.<span> </span>Tapi yang terjadi tak begitu, tidak semua orang bisa dan mampu jadi pemimpin. Bukankah tidak mungkin ada dua loko yang menarik puluhan gerbong kecuali salah satu loko rusak. Itupun artinya hanya ada satu loko yang memimpin perjalanan.</p>
<p class="MsoNormal">Pemimpin selalu terbatas jumlahnya. Mereka memilki kelasnya sendiri. Sedangkan gerbong, tentu hanya berlaku sebagai pengikut. Mungkinkah selamanya akan begitu? Apakah ini juga takdir, seseorangpun ada yang ditakdirkan tak menjadi pemimpin.</p>
<p class="MsoNormal">Bukan bermaksud narsis, aku hanya mengingat masa lalu dan mengukur takdirku. Terlahir sebagai pemimpin, pengikut, atau justru pecundang?</p>
<p class="MsoNormal">Saat SD secara akademik aku selalu nomer dua, teman sebangkuku Weni, juara pertama. Tapi gadis Tionghoa itu tidak pernah bisa mengalahkanku dalam pergaulan. Dari SD, aku sudah banyak ide dan protes. Yang kuingat saat latihan upacara untuk hari Senin aku menolak jika selalu diposisikan sebagai pembaca doa, pengibar bendera, dirigen, atau pembaca UUD 45. Terlalu biasa, menurutku. Masih bayang saat upacara dulu bukan?</p>
<p class="MsoNormal">Pada saat aku merasa jengah, aku meminta posisi pemimpin upacara. Dan disetujui oleh guruku. Hem, aku tahu posisi inilah yang paling tepat untukku. Tentu aku juga merombak pemimpin pasukan, kuminta teman perempuan yg lain. Bolehlah ini disebut bias gender, karena aku ingin pengalamanku tak hanya dirasakan olehku. Lagipula kasihan jika teman laki-laki jadi pemimpin pasukan harus menghormat kepadaku, sang pemimpin upacara. Wuahahahaha. Dan Weni tetap sebagai pengibar bendera.</p>
<p class="MsoNormal">Pengalamn lain saat SD yang kuingat adalah penghuni kelasku masing-masing memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda. Kali ini Weni tetap di urutan pertama. Setiap tahun dia selalu membawa kue tart dan berbaju Cinderala di kelas. Soal jajan, semua punya standart masing-masing. (baca : sesuai kantong).</p>
<p class="MsoNormal">Aku sering memperhatikan teman-teman yang bernasib sama denganku, jajan kelas pinggir. Beberapa bahkan jajannya hanya seminggu sekali setelah upacara. Tahu apa yang kulakukan?</p>
<p class="MsoNormal">Kubuatlah arisan jajan. Setornya nggak pakai uang, tapi jajan. Dikocok seminggu sekali. Jadilah ada pembauran jajan di arisan ini. Jajan pinggiran juga agak ke tengah bahkan sampai atas semuanya ada. Karena aku tak mebatasi harga jajan yang disetor, yang penting ikut satu,maka harus setor satu jajan. Tidak ada yang protes jika hanya setor jajan pinggiran, tapi yang bisa jajanan mahal tidak lantas ikut-ikutan setor jajan pinggiran. Mereka membeli jajan untuk bayar arisan sesuai dengan selera dan kemampuan kantong masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal">Aku senang menikmati wajah temanku yang akhirnya bisa makan jajan tengah bahkan kelas atas.</p>
<p class="MsoNormal">Sampai sekarang aku bingung, bagaimana ide itu Muncul? Kenapa temanku yang lain tidak memiliki ide yang sama denganku? Benarkah pemimpin dilahirkan?</p>
<p class="MsoNormal">Aku masih ingat betul, saat SD aku memboikot guru ngajiku karena hanya mengajari cara membaca huruf Arab. Al Quran, bagiku hanyalah kumpulan huruf yang tidak kumengerti maksudnya. Jadi kenapa mesti dilanjutkan membacanya? Demi boikot ini, aku membuat pengajian tandingan dengan guru ngajiku.</p>
<p class="MsoNormal">Pengajian membaca arti Juz Amma dilakukan sore, karena malamnya ngaji membaca huruf arab tetap berlangsung. Hahahaha, angkuh bukan? Tapi sekali lagi, aku tak tahu bagaimana aku menemukan ide itu, dan kenapa ada saja teman-teman yang mau mengikuti ideku? Itu sewaktu masih SD.</p>
<p class="MsoNormal">Sebenarnya aku masih punya banyak cerita, tapi terlalu panjang jika harus dituliskan semuanya. Pemimpin bagiku adalah orang yang sanggup melihat kepentingan bersama lebih diatas kepentingan pribadi. Pemimpin adalah pemilik ide utnuk keluar dari permasalahan yang dihadapi komunitas. Berani berjalan di depan untuk memulai ide, bertanggungjawab atas resiko perjalanan ide. Dan yang pasti pemimpin adalah orang yang dipercaya dan diikuti langkahnya. Sampai sekarang aku tetap tak percaya bahwa pemimpin dilahirkan. Dengan segala kebutuhan dan tuntutan, pemimpin adalah pribadi yang ditempa oleh kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal">tapi sampai sekarang aku masih bingung bagaimana ide pemimpin upacara, arisan jajan, dan pengajian arti juz amma itu sudah singgah sebelum aku genap 10 tahun. Dan teman-temanku kenapa mau bergabung di ideku. Aku tak tahu. Jadi pemimpin terlahir atau proses?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=79&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/02/03/pemimpin-itu-bakat-atau-proses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku akan Pulang</title>
		<link>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/01/29/aku-akan-pulang/</link>
		<comments>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/01/29/aku-akan-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 06:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puput Puji</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[* "Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya. (Rumah Kaca]]></category>
		<category><![CDATA[46)]]></category>
		<category><![CDATA[Pangemanann]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapembelajar.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Tidak pernah perasaanku bahagia sekali menjelang rencana pulangku. Biasanya, aku pulang sebulan sekali, itupun jika memang ada acara di rumah. Jika memang ada hajat, atau berita duka. Kerinduanku tidak pernah menggebu. Minggu depan aku akan pulang, bukan karena di rumah ada hajat. dan semoga juga tidak ada berita duka. Aku pulang, demi 1.000 Wajah Pram. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=77&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak pernah perasaanku bahagia sekali menjelang rencana pulangku. Biasanya, aku pulang sebulan sekali, itupun jika memang ada acara di rumah. Jika memang ada hajat, atau berita duka. Kerinduanku tidak pernah menggebu.<br />
Minggu depan aku akan pulang, bukan karena di rumah ada hajat. dan semoga juga tidak ada berita duka. Aku pulang, demi 1.000 Wajah Pram. Festival yang digelar untuk mengenang 1.000 hari Pramoedya Ananta Toer.<br />
Awalnya seorang sahabat menyapaku di Facebook, bertanya transportasi dan akomodasi ke Blora. Heran, buat apa jauh-jauh dari Surabaya ke Blora? Sedih, baru aku tahu ada festival 1.000 Wajah Pram tanggal 1-7 Februari.<br />
Langsung googling tentang acara itu.Wuahhh ada penampilan kerawitan cilik dari Desa Pelem, Doplang. (Itu desaku, red) dan pementasan drama dari SMA N 1 Randublatung tempat aku sekolah dulu. Semangat langsung menysun agenda pulang.<br />
Kebetulan juga Minggu ada acara kampus, Pelatihan Jurnalistik. Lumayan untuk dua agenda pulang. Hiks hiks, ibuku pastilangsung protes karena aku pulang dengan banyak agenda. But, i will go home. Aku tak sabar&#8230; Siapa tahu ketemu jodoh di sana, hehehehe*ngarep!!!*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapembelajar.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapembelajar.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapembelajar.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapembelajar.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapembelajar.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapembelajar.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapembelajar.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapembelajar.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapembelajar.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapembelajar.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapembelajar.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapembelajar.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapembelajar.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapembelajar.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapembelajar.wordpress.com&amp;blog=2701492&amp;post=77&amp;subd=duniapembelajar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapembelajar.wordpress.com/2009/01/29/aku-akan-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d1bb23173e656b34c1ab0b3584c1131?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Puput Puji</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
